NDUGA - Kehadiran prajurit TNI kini terasa hingga ke sudut-sudut terpencil Nduga, Papua Pegunungan. Satgas Yonif 300/Brajawijaya secara aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) yang humanis. Pada Kamis (16/4/2026), personel dari Titik Kuat Quarry Bawah tak sungkan mendatangi langsung rumah warga di Kampung Kolam, Distrik Kenyam, untuk bertatap muka dan mendengarkan suara hati mereka.
Langkah anjangsana ini merupakan wujud komitmen TNI dalam membangun rasa aman sekaligus memperkuat ikatan batin dengan rakyat di wilayah tugas. Lebih dari sekadar silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Tak hanya itu, sentuhan kepedulian juga hadir melalui layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh tim kesehatan lapangan. Pemeriksaan dasar, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan diberikan kepada warga yang membutuhkan, meringankan beban mereka terutama mengingat sulitnya akses ke fasilitas kesehatan permanen di daerah tersebut.
Kapten Inf. Hartono, Pasiter Satgas Yonif 300/Brajawijaya, menegaskan dampak positif kegiatan ini. “Manfaat kegiatan ini sangat dirasakan masyarakat, tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan emosional antara warga dengan prajurit, ” ujarnya.
“Kehadiran Satgas tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat melalui layanan pengobatan gratis, tetapi juga menjaga stabilitas keamanan melalui komunikasi sosial yang persuasif dan harmonis, ” imbuh Kapten Inf. Hartono.
Sambutan hangat dan positif datang dari warga Kampung Kolam. Mereka merasa bersyukur atas kehadiran prajurit yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif berinteraksi dan mendengarkan setiap kebutuhan mereka.
Melalui gabungan kegiatan Binter dan pelayanan kesehatan ini, Satgas Yonif 300/Brajawijaya membuktikan perannya yang multifaset: menjaga kedaulatan bangsa sekaligus menjadi mitra terpercaya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di tanah Papua Pegunungan. (*)
